{"id":12560,"date":"2019-05-11T09:20:30","date_gmt":"2019-05-11T02:20:30","guid":{"rendered":"https:\/\/sleekrwebsite.wpengine.com\/?post_type=blog&p=12560"},"modified":"2023-01-10T13:58:28","modified_gmt":"2023-01-10T06:58:28","slug":"pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/","title":{"rendered":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya"},"content":{"rendered":"

\"PahamiSetiap karyawan berhak untuk mendapatkan upah atau gaji setiap bulannya. Menurut Pasal 1 ayat 30 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003<\/strong>, upah atau gaji dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari perusahaan kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Gaji memiliki komponen yang beragam, tergantung pada sistem kerjanya. Bagi para pekerja freelance yang tidak terikat kontrak pada perusahaan, pada umumnya hanya memiliki upah tunggal atau berupa honor yang dihitung berdasar satuan pekerjaan. Sedangkan bagi para karyawan tetap di perusahaan memiliki beberapa komponen tambahan.<\/p>\n

Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen upah yang perlu dimasukkan dalam perhitungan gaji<\/a>. Padahal, hal tersebut sangat penting agar perhitungan gaji tidak melebihi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, serta tidak mengganggu stabilitas gaji karyawan yang bersangkutan. Berikut ini telah kami rangkum informasi tentang komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu diketahui.<\/p>\n

    \n
  1. \n

    Komponen Gaji Karyawan<\/h1>\n

    \"\"Dalam PP Nomor 78 Tahun 2015<\/strong> telah dijelaskan tentang komponen gaji karyawan<\/a> sebagai berikut:<\/p>\n

    1. Upah tanpa tunjangan<\/strong>, yaitu sejumlah uang yang diterima oleh pekerja secara tetap. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp7.000.000 sebagai upah bersih. Maka besaran upah tersebut utuh digunakan sebagai dasar perhitungan hal\u2013hal terkait dengan upah, seperti tunjangan hari raya keagamaan, upah lembur, pesangon, iuran jaminan sosial, dan lain sebagainya.<\/p>\n

    2. Upah pokok dan tunjangan tetap<\/strong>, yaitu besaran upah pokok yang dapat diterima paling sedikit sebesar 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Sedangkan tunjangan tetap adalah pembayaran kepada karyawan yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran pekerja atau pencapaian prestasi kerja tertentu. Sebagai contoh, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.000.000, maka komponen gaji terdiri dari upah pokok \u00a0yaitu sebesar Rp2.250.000 (75%) dan tunjangan tetap Rp750.000 (25%).<\/p>\n

    3. Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap<\/strong>. Sama halnya dengan komponen upah pokok dan tunjangan tetap, besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan karyawan, yang diberikan secara tidak tetap serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok. Seperti tunjangan transport, atau tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran. \u00a0Contohnya, seorang karyawan menerima upah sebesar Rp3.500.000 dengan komponen upah pokok Rp2.250.000 (75%), tunjangan tetap Rp750.000 (25%), dan tunjangan tidak tetap sebesar Rp500.000.<\/li>\n

  2. \n

    Aspek-aspek Penentuan Komponen Gaji Karyawan<\/h1>\n

    \"\"Terdapat beberapa hal yang sebaiknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam manajemen gaji karyawan<\/a> antara lain adalah:<\/p>\n

    1. Jumlah gaji karyawan sebaiknya sesuai dengan kinerja yang diberikan oleh karyawan pada perusahaan. Karyawan dengan tugas yang cukup sulit atau beresiko tinggi sebaiknya diberi imbalan yang cukup memadai.<\/p>\n

    2. Bagi karyawan yang memiliki prestasi atau memiliki pencapaian yang berdampak baik pada perusahaan layak mendapat imbalan berupa bonus. Bonus tersebut tidak termasuk dalam gaji pokok karyawan. Pemberian imbalan khusus pada karyawan atas pencapaian tertentu ini akan memotivasi karyawan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja mereka di perusahaan.<\/p>\n

    3. Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan kenaikan gaji berdasarkan kriteria tertentu yang telah diberlakukan oleh perusahaan. Sama halnya dengan pemberian bonus, kenaikan gaji juga dapat memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan.<\/li>\n

  3. \n

    Rumus untuk Menentukan Komponen Gaji Karyawan<\/h1>\n

    \"\"Dalam menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan, ada rumus sederhana yang dapat digunakan. Rumus sederhana ini digunakan untuk menghitung nilai dari setiap komponen gaji secara lebih akurat dan mudah. Rumus yang biasanya digunakan pada penghitungan nilai komponen gaji karyawan adalah sebagai berikut:<\/p>\n

    1. Gaji dan tunjangan tetap (P) bernilai 70% sampai 80% dari take home pay<\/em><\/a>
    \n2. Tunjangan tidak tetap (Q) bernilai 20% sampai 30% dari take home pay<\/em>
    \n3. Gaji pokok berkisar pada nilai 70% sampai 80% dari (P)
    \n4. Tunjangan jabatan berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (P)
    \n5. Tunjangan operasional berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (P)
    \n6. Sedangkan tunjangan transport berkisar pada nilai 50% sampai 60% dari (Q)
    \n7. Uang makan berkisar pada nilai 30% sampai 40% dari (Q)<\/li>\n<\/ol>\n\n

    Menjalankan sebuah bisnis atau perusahaan memang mengharuskan Anda untuk memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan perusahaan. Sehingga perusahaan Anda dapat berjalan dengan baik dan performa bisnis dapat terus meningkat. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan adalah aspek keuangan. Ada banyak hal yang berkaitan dengan aspek keuangan, salah satunya adalah gaji karyawan. Dengan memiliki pemahaman mengenai komponen gaji termasuk komponen gaji tidak tetap karyawan, proses penentuan gaji akan lebih mudah<\/a>.<\/p>\n\n

    Sebenarnya perusahaan tidak perlu bersusah payah untuk menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menghitung komponen gaji tidak tetap karyawan. Cara yang paling praktis adalah dengan menggunakan aplikasi hitung gaji, seperti Talenta<\/a>. Talenta merupakan software<\/em> HR yang dapat menjadi solusi lengkap bagi tugas-tugas HR dan keuangan perusahaan. Sleekr akan membantu Anda dalam mengelola data karyawan, perhitungan gaji atau payroll, dan lain sebagainya. Dapatkan informasi lebih lengkap tentang Talenta di sini<\/a>! Sleekr akan memudahkan Anda mengelola perusahaan secara lebih baik.<\/p>\n\n","protected":false},"author":23,"menu_order":0,"template":"","categories":[2042],"tags":[],"acf":{"cover_blog":false,"lc_button_label":"","lc_no":"","lc_desc":""},"yoast_head":"\nPahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sleekr\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/mekaricom\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-10T06:58:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/shutterstock_1083375641-min-1.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@mekaricom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rishna Maulina\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/73308a847b3542bd0d70bf6437ad4253\"},\"headline\":\"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya\",\"datePublished\":\"2019-05-11T02:20:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T06:58:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\"},\"wordCount\":795,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Ketenagakerjaan dan SDM\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\",\"url\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\",\"name\":\"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-05-11T02:20:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T06:58:28+00:00\",\"description\":\"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sleekr.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketenagakerjaan dan SDM\",\"item\":\"https:\/\/sleekr.co\/category\/ketenagakerjaan-sdm-hr\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sleekr.co\/\",\"name\":\"Sleekr\",\"description\":\"Kumpulan Artikel HR, Pajak dan Akuntansi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#organization\"},\"alternateName\":\"SL\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sleekr.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#organization\",\"name\":\"Sleekr Blog by Mekari\",\"alternateName\":\"SB\",\"url\":\"https:\/\/sleekr.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/logo-sleekr-blog.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/logo-sleekr-blog.png\",\"width\":229,\"height\":32,\"caption\":\"Sleekr Blog by Mekari\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/mekaricom\/\",\"https:\/\/id.linkedin.com\/company\/mekari\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/mekaricom\",\"https:\/\/www.facebook.com\/mekaricom\",\"https:\/\/twitter.com\/mekaricom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/73308a847b3542bd0d70bf6437ad4253\",\"name\":\"Rishna Maulina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60eaa7b1855fb09e71d0863084e2620a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60eaa7b1855fb09e71d0863084e2620a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rishna Maulina\"},\"url\":\"https:\/\/sleekr.co\/author\/risnha\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr","description":"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr","og_description":"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan","og_url":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/","og_site_name":"Sleekr","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/mekaricom","article_modified_time":"2023-01-10T06:58:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/shutterstock_1083375641-min-1.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@mekaricom","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/"},"author":{"name":"Rishna Maulina","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/73308a847b3542bd0d70bf6437ad4253"},"headline":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya","datePublished":"2019-05-11T02:20:30+00:00","dateModified":"2023-01-10T06:58:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/"},"wordCount":795,"publisher":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/#organization"},"articleSection":["Ketenagakerjaan dan SDM"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/","url":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/","name":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya - Sleekr","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/#website"},"datePublished":"2019-05-11T02:20:30+00:00","dateModified":"2023-01-10T06:58:28+00:00","description":"Dalam menetapkan gaji karyawan, terkadang tim HR di perusahaan dibuat bingung karena tidak memahami komponen gaji tidak tetap karyawan yang perlu dimasukkan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sleekr.co\/blog\/pahami-komponen-gaji-tidak-tetap-karyawan-dan-contoh-perhitungannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sleekr.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketenagakerjaan dan SDM","item":"https:\/\/sleekr.co\/category\/ketenagakerjaan-sdm-hr\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pahami Komponen Gaji Tidak Tetap Karyawan dan Contoh Perhitungannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#website","url":"https:\/\/sleekr.co\/","name":"Sleekr","description":"Kumpulan Artikel HR, Pajak dan Akuntansi","publisher":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/#organization"},"alternateName":"SL","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sleekr.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#organization","name":"Sleekr Blog by Mekari","alternateName":"SB","url":"https:\/\/sleekr.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/logo-sleekr-blog.png","contentUrl":"https:\/\/sleekr.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/logo-sleekr-blog.png","width":229,"height":32,"caption":"Sleekr Blog by Mekari"},"image":{"@id":"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/mekaricom\/","https:\/\/id.linkedin.com\/company\/mekari","https:\/\/www.youtube.com\/c\/mekaricom","https:\/\/www.facebook.com\/mekaricom","https:\/\/twitter.com\/mekaricom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/73308a847b3542bd0d70bf6437ad4253","name":"Rishna Maulina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/sleekr.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60eaa7b1855fb09e71d0863084e2620a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/60eaa7b1855fb09e71d0863084e2620a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rishna Maulina"},"url":"https:\/\/sleekr.co\/author\/risnha\/"}]}},"fimg_url":false,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/12560"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/12560\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleekr.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}