Ini Metode Akurat untuk Melakukan Penilaian Kerja Karyawan

Penilaian kerja adalah sebuah hal yang wajib untuk dilakukan perusahaan, mengingat bahwa karyawan adalah aset penting dalam suatu perusahaan. Memiliki karyawan yang baik dan mau memberikan kontribusi yang positif adalah impian setiap HR. Sayangnya, beberapa faktor internal di kantor bisa menyebabkan perubahan kondisi karyawan. Misalnya jam kerja yang terlalu ketat sehingga membuat karyawan merasa jenuh atau pekerjaan monoton yang membuat karyawan merasa bosan. Pada akhirnya, karyawan akan mencari jalan untuk mengatasi rasa jenuh tersebut, seperti bermain gadget atau berselancar di media sosial.

Jika hal itu dilakukan dalam batas waktu yang wajar mungkin bukan menjadi masalah, tapi sayangnya ada saja karyawan yang terlalu terlena dengan hal-hal semacam itu sehingga membuatnya terdistraksi dari pekerjaan. Hal ini dapat menurunkan produktivitas karyawan sehingga akan merugikan perusahaan.

Baca juga :??5 Metode Akurat untuk Melakukan Penilaian Kerja Karyawan

Untuk mengetahui tingkat produktivitas kinerja karyawan, sebaiknya lakukan metode evaluasi kinerja (penilaian kerja) seperti di bawah ini.

Penilaian kerjaBagaimana metode penilaian kinerja karyawan yang tepat? (Source: lynda.com)

  1. Mengukur Produktivitas Karyawan Secara Kuantitatif

    yang pertama yaitu dengan mengukur kuantitasnya. Anda bisa melihatnya dari seberapa banyak produk yang bisa ia hasilkan dalam periode tertentu, misalnya setiap hari ataupun setiap jamnya. Tak hanya produk, tapi bisa berupa deadline kerja. Seberapa cekatan seseorang dalam menyelesaikan deadline secara tepat waktu juga bisa menunjukkan tingkat produktivitasnya.

    Baca juga: 5 Tips Praktis Evaluasi Kinerja Karyawan Perusahaan

  2. Feedback 360 Derajat

    Penilaian kinerja karyawan selanjutnya adalah dengan melihat feedback. Feedback ini tak hanya terbatas secara dua arah dari atasan dan bawahan, tapi melibatkan semua orang yang bekerja sama dengan karyawan tersebut, termasuk bawahan. Dari sini Anda bisa melihat bagaimana performa karyawan Anda menurut kepala divisi, bawahan, serta orang-orang yang satu tim dengannya. Feedback yang Anda dapatkan dari banyak sumber akan membuat hasil evaluasi kinerja karyawan Anda semakin akurat.

  3. Layanan yang Diberikan pada Pelanggan

    Contoh penilaian kinerja karyawan yang satu ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Sistem penilaian kinerjanya dapat dilihat dari berapa banyak pelanggan yang sudah ditanganinya, berapa lama waktu rata-rata yang ia perlukan untuk menyelesaikan keluhan pelanggan, hingga berapa banyak barang yang kembali. Ini semua menunjukkan seberapa cekatannya karyawan tersebut dalam menghadapi pelanggan. Untuk membantu Anda melakukan penilaian kinerja menggunakan metode ini, mintalah feedback dari masing-masing pelanggan tentang kesan mereka terhadap karyawan tersebut.

  4. Bagaimana Karyawan Memanfaatkan Waktu Kerjanya

    Adanya jam kosong, misalnya ketika karyawan sudah menyelesaikan deadline-nya dan tidak memiliki pekerjaan lain, juga bisa Anda jadikan potensi untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Bagaimana cara karyawan tersebut memanfaatkan jam kosongnya, apakah mengobrol dengan teman, berselancar di media sosial, membaca email dari atasan, atau belajar hal-hal baru. Karyawan yang produktif adalah karyawan yang mampu menggunakan jam kerjanya semaksimal mungkin dan jika ada waktu senggang, ia akan memanfaatkannya untuk mengembangkan kemampuannya.

    Baca juga: 5 Tips Mengatasi Karyawan Underperformance

  5. Antusiasme Karyawan dalam Berkontribusi untuk Perusahaan

    Untuk melakukan metode penilaian kerja ini, berikan karyawan target untuk dicapai selama beberapa bulan ke depan. Atau jika dirasa terlalu lama, bisa target untuk beberapa minggu ke depan. Dengan metode ini, Anda bisa melihat seberapa besar antusiasme karyawan dalam berkontribusi untuk perusahaan. Menyelesaikan target dalam waktu yang ditentukan bukan satu-satunya cara melihat ini, tetapi lihatlah kualitas barang atau layanan yang dihasilkan. jika karyawan Anda memberikan hasil terbaik, itu artinya ia masih mau berkontribusi untuk perusahaan dan siap membuat perusahaan Anda menjadi lebih produktif.

Dengan mengetahui tingkat produktivitas kinerja karyawan Anda, Anda bisa menentukan apakah perusahaan Anda produktif atau tidak. Jika tidak, Anda bisa mulai menganalisis mengapa karyawan Anda kurang produktif. Dengan mengetahui penyebab menurunnya produktivitas karyawan, Anda pun bisa menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas mereka. Salah satu caranya adalah dengan yang dapat membantu Anda menangani pekerjaan terkait HR secara sistematis. !